Senin, 19 April 2010

rasa teh...

Sesuai dengan permintaan kk AhmedFikreatif, postingan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan wisata saya ke perkebunan teh di Gununghalu tanggal 17 April kemarin.

Umm… apa yah yang harus saya ceritakan? Soalnya perjalanan ke sana cuma sebentar sih… berangkat dari Bandung pagi hari, siang sampai disana duduk-duduk sambil menikmati suasana perkebunan teh, sorenya ke Saguling untuk bakar ikan, malemnya pulang kekenyangan… Hahaha!!! That’s all.

Cape? Iya cape!!!

Menyenangkan ? Iya menyenangkan!!!

Cuma saya agak sedikit ga enak waktu pulangnya. Ikan yang dibawa dari Saguling terus saja menggelepar. Ikan hidup itu ditaruh di kantung-kantung plastik terikat tanpa air, menggelepar selama dalam perjalanan. Uhhh… ikan-ikan yang malang. Ngebayangin betapa tersiksanya mereka di dalam sana, tidur jadi ga tenang T_T

Oh ya, ngomong-ngomong soal liburan kali ini, kenapa dipilih ke perkebunan teh sebenarnya berawal ketika ibu membaca tabloid CANTIQ edisi 141 yang ia dapat ketika berbelanja di Alfamart. Di sana dibahas mengenai aneka macam teh, mulai dari jenis, manfaat, sampai cara penyajiannya. Dari ke empat macam teh yang ada (yaitu teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan teh putih), ternyata diketahui bahwa teh putih mengandung antioksidan 3x lebih banyak dibandingkan teh hijau, 12x dibandingkan jus jeruk, mengandung paling sedikit kafein diantara keempatnya, dan baik untuk kecantikan pula... Wow

Alhasil? kita sepakat untuk berlibur ke perkebunan teh di akhir pekan. Kenapa harus di Gununghalu? enggak ke Ciwidey aja? soalnya ada kenalan paman di sana... jadi enak minta teh putihnya. Dikasih lumayan banyak, gratis pula... yes-yes-yes...

Sampai di rumah langsung diseduh... Rasanya? klo menurut pengakuan ibu saya sih katanya "rasanya lebih seger dan lebih soft ketimbang teh yang selama ini pernah ibu minum". Tapi kalo kata saya sih "RASANYA KAYAK TEH" hehehe...

12 komentar:

mahesapandu mengatakan...

Hbs traveling yang, pantesan lama bgt. Nikmatnya tu teh karena metik sendiri, tapi btw, nasib tu ikan gimana ya...

mahesapandu mengatakan...

sekedar info:
Puri Octopus udh tak link di blogrollqu..

Puri mengatakan...

@mahesapandu :
enggak metik sendiri koq kk... cuma ngambil yang udah siap seduh aja ^_^

nasib si ikan, ternyata sebagian besar masih hidup sampai rumah!
Tapi yah... akhirnya mati juga di tangan pisau dapur >_<

Ohh.. jadi itu toh maksudnya tukar link?

mahesapandu mengatakan...

wah malang nian nasib si ikan, udah klepek-klepek di perjalanan nyampe selamat sampai di rumah puri langsung masuk gorengan...

Iya tuker link. Kan kalo mo maen tinggal klik aj.. he..he..

mahesapandu mengatakan...

wah malang nian nasib si ikan, udah klepek-klepek di perjalanan nyampe selamat sampai di rumah puri langsung masuk gorengan...

Iya tuker link. Kan kalo mo maen tinggal klik aj.. he..he..

ahmedfikreatif mengatakan...

Ikan yang dibawa dari Saguling terus saja menggelepar. Ikan hidup itu ditaruh di kantung-kantung plastik terikat tanpa air, menggelepar selama dalam perjalanan. Uhhh… ikan-ikan yang malang. Ngebayangin betapa tersiksanya mereka di dalam sana, tidur jadi ga tenang T_T


>> benar2 tega..!!! halah, pdhal ya akhirnya dimakan lho ya... :p
kok fotonya cuman tulisan PTPN VII doang??
hmm,,,,

pemandangannya mana? teh nya mana?
ga jd ya akhirnya ke Curug Malela...?

kalau sm aku, mau tuker GULING ga??
wakakakaka

Puri mengatakan...

@mahesapandu :
enggak langsung masuk gorengan koq... disimpen dulu di kulkas buat di goreng besok... Huehehehe.

Puri mengatakan...

@ahmedfikreatif :
iya... tega banget yah saya?
Setelah membiarkan sang ikan tersiksa tanpa air, saya tanpa ragu membunuhnya tanpa rasa kasihan dengan sebilah pisau dapur >_<
Hahaha... rasa kasihan pun terkalahkan dengan rasa nikmatnya ikan goreng di lidah...

Umm... maaf kk, hanya ini yang bisa saya tampilkan. Soalnya hanya ini foto kmaren satu-satunya yang tidak ada diri saya terpotret... :p

ahmedfikreatif mengatakan...

ternyata kau cukup narsis juga ya, dd???

cempaka mengatakan...

semua teh emang rasanya sama semua... hanya cita rasanya saja yang berbeda... mungkin itu yang ibu mba maksud... hehhee


salam hangat dan cinta untuk mba puri :D

Puri mengatakan...

@cempaka :
iya... mungkin karena lidah saya aja yang kurang bisa memahami cita rasanya :p

Yah, walaupun lidah saya tidak mampu memahami cita rasanya, setidaknya tubuh saya mampu merasakan khasiatnya :D

salam hangat dan cinta juga untuk cc cempaka

Abdilah mengatakan...

teh

Posting Komentar

 

Blog Template oleh YummyLolly.com - Header dibuat dengan PS brushes oleh gvalkyrie.deviantart.com
Disponsori oleh Free Web Space