Beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah buku dengan judul yang cukup menarik di Gramedia. Judulnya adalah "Anakku Dididik dan Diasuh Naruto". Saya tidak membaca isinya (karena masih dibungkus), tetapi saya yakin isinya pasti mengenai "buruknya film naruto bagi perkembangan anak-anak" (karena saya baca sinopsisnya, hehehe).Saya akui bahwa Film Naruto kadang tidak baik untuk anak-anak. Karena apa? Banyak unsur kekerasan dan ehmm... "bumbu" yang tidak layak konsumsi bagi anak-anak Indonesia macam kita (saya juga). Misalnya aja, Klo pertempuran lagi keras-kerasnya nih, kata-kata kata-kata kasar pun akan diucapkan dengan lantangnya. Hei... Masa anak kecil dah diajarin memakai kata-kata seperti "kurang ajar!" atau "sial!". Adegan kekerasannya pun ga main-main. Pertarungan berdarah-darah sampai ledakan yang menghancurkanpun adalah hal yang biasa di film ini (mo ngajarin anak Indonesia jadi teroris apa?). Belum lagi bagi dengan bumbu-bumbu yang "ga patut" untuk konsumsi anak kecil kayak Sexy No Jutsu ataw Harem No Jutsu... Parah dah pokoknya. Padahal hampir seluruh anak Indonesia kan nonton Film Naruto (kecuali yang ga punya tipi).
Tapi, sebagai pengemar Film Naruto saya juga merasa harus sedikit membela. Tidak semua yang ada di Film Naruto itu buruk koq. Ada hal-hal positif seperti "Perjuangan", "Kebajikan", "Persahabatan" dll... Bahkan kita juga bisa gali Nilai Filosofis yang cukup menarik dan mendalam (walaupun agak mengada-ada juga, ^_^) dari beberapa adegan di sana. Saya coba gali Nilainya, dan... Voila!!! Coba aja klik pada link-link komiknya urut dari satu sampai empat ---> 1 2 3 4
Yups tentang kertas putih kosong, dan Kertas putih dengan titik Hitam di tengahnya. Rata-rata orang memang bereaksi seperti Naruto ketika melihat hal tersebut, Yaitu terkonsentrasi pada titik Hitam. Coba deh kita analogikan bahwa kertas itu adalah kehidupan kita, dimana Putih adalah Hal Positif, Kebahagiaan, dan Keceriaan sedangkan Hitam adalah Hal Negatif, Kesengsaraan, dan Penderitaan. Orang-orang sering menganggap bahwa Tuhan itu begitu kejam dengan memberikan kesengsaraan dalam hidup... Tapi sadarkah manusia? Kesengsaraan itu tidaklah sebanding dengan Kebahagiaan yang telah Tuhan berikan kepada kita... Kesengsaraan itu hanyalah sebuah titik Hitam dalam perjalanan hidup kita. Kita harus melihat sisi positif dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan. Dengan demikian, kita bisa mengambil hikmahnya. Dengan berkonsentrasi pada bagian yang Putih, kita sebenarnya bisa merasakan keceriaan dan kebahagiaan.Sebaliknya, kita akan terkungkung dalam penderitaan, kesengsaraan dan beban hidup bila hanya terkonsentrasi pada sisi Hitam dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan.
